Punya rumah dua lantai memang menjadi impian banyak orang. Ruangan jadi lebih lega dan fasad rumah terlihat lebih gagah. Tapi, apa jadinya kalau Anda punya rumah dua lantai, tapi malah malas naik ke lantai dua? Alasannya sederhana: setiap kali naik, rasanya butuh ancang-ancang seperti mau lari maraton, dan dengkul rasanya mau copot!
Jika Anda atau anggota keluarga sering mengeluhkan hal ini, jangan buru-buru menyalahkan usia atau kebugaran fisik. Dalam dunia konstruksi, tangga yang membuat cepat lelah adalah tanda mutlak bahwa arsitek atau tukang bangunan Anda gagal mendesain secara ergonomi.
Tangga seharusnya mempermudah mobilitas, bukan malah menjadi rintangan harian. Mari kita bedah rahasia di balik desain tangga yang ramah lutut, agar rumah Anda nyaman dinikmati hingga hari tua.
Banyak orang awam, dan bahkan beberapa tukang di lapangan, membuat tangga hanya dengan prinsip “yang penting bisa naik ke atas”. Padahal, tubuh manusia memiliki batasan pergerakan sendi yang nyaman.
Ketika Anda menaiki tangga yang salah desain, otot paha dan sendi lutut dipaksa bekerja ekstra keras untuk mengangkat seluruh beban tubuh melawan gravitasi. Jika hal ini dilakukan setiap hari, tidak heran jika lutut akan terasa nyeri. Kunci utama dari permasalahan ini terletak pada satu istilah teknis konstruksi yang disebut dengan Optrede.
Optrede adalah sebutan untuk tinggi vertikal dari satu anak tangga ke anak tangga berikutnya. Ini adalah elemen paling krusial yang menentukan curam atau landainya sebuah tangga rumah.
1. Standar Umum yang Sering Menyesatkan Di lapangan, banyak sekali tangga rumah yang dibangun dengan ukuran optrede antara 18 hingga 20 sentimeter. Memang, dengan ukuran ini, jumlah anak tangga yang dibutuhkan jadi lebih sedikit dan menghemat tempat.
Tapi tahukah Anda? Ukuran 18-20 cm itu terlalu curam! Ukuran inilah yang menjadi biang kerok mengapa Anda cepat capek. Selain itu, ukuran setinggi ini sangat berbahaya bagi orang tua atau lansia karena risiko tersandung dan jatuh menjadi jauh lebih besar.
2. “Angka Manis” untuk Tangga yang Super Nyaman Lalu, berapa ukuran yang benar? Untuk mendapatkan tangga yang sangat ergonomis—di mana bahkan nenek-nenek pun bisa naik tanpa ngos-ngosan—kami menyarankan untuk menggunakan “angka manis” (sweet spot).
Tinggi optrede yang paling ideal dan nyaman untuk rumah tinggal adalah di kisaran 15 hingga 17 sentimeter maksimal.

Foto Ukuran Optrede Tangga Ideal.
Apa bedanya menurunkan tinggi anak tangga hanya beberapa sentimeter saja? Efeknya sangat luar biasa bagi biomekanika tubuh Anda:

Foto Tim Patrialand sedang membangun rumah dengan anak tangga lantai 2.
Membangun atau merenovasi rumah membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Anda membangun rumah tersebut untuk ditinggali selama puluhan tahun, menua bersama keluarga di dalamnya.
Oleh karena itu, jangan sampai tangga yang Anda buat sendiri justru menjadi musuh Anda di masa depan. Rencanakan desain tangga se-ergonomis mungkin sejak awal. Mengorbankan sedikit lebih banyak space (ruang) untuk membuat anak tangga yang landai adalah investasi kesehatan yang sangat berharga untuk lutut Anda di masa tua.
Sekarang, coba perhatikan tangga di rumah Anda masing-masing. Ambil meteran dan ukur tinggi anak tangganya (optrede). Apakah tingginya di atas 18 sentimeter yang bikin capek, atau sudah di angka manis 15-17 sentimeter?
Mendesain tangga yang presisi di lahan yang terbatas memang butuh keahlian khusus. Jika Anda merencanakan pembangunan rumah idaman di wilayah Blitar dan sekitarnya, Patrialand siap membantu. Tim arsitek dan pelaksana kami selalu memastikan setiap detail sirkulasi hunian Anda dihitung dengan presisi ergonomi tingkat tinggi, menjadikan rumah Anda aman, nyaman, dan ramah untuk seluruh anggota keluarga!
WhatsApp: 0812-3386-3798
patrialand.com
ukuran tangga rumah ideal, tinggi anak tangga, optrede tangga, tangga ergonomis, desain tangga rumah, renovasi rumah Blitar, jasa bangun rumah Blitar, kontraktor Patrialand.